Rabu, 17 Desember 2014

Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 1 Tutorial Pengoperasian dan Pemrograman Mesin Bubut CNC GSK 928 TE Oleh : B.Sentot Wijanarka ,MT Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 2 DAFTAR ISI halaman Halaman Judul 1 DAFTAR ISI 2 Tujuan/Kompetensi 3 Materi 1. P rinsip Kerja dan Pengoperasian 4 A. Prinsip kerja dan tata nama sumbu koordinat 4 B. Panel kontrol Mesin CNC GSK 928 TE 5 C. Menghidupkan mesin 6 D. Pengoperasian mesin pada mode manual ( JOG ) 7 E. Seting titik nol benda kerja 9 F. Mode offset seting pahat (OFT) 1 1 G. Mode Parameter 1 2 H. Soal Latihan 1 4 I. Tugas 1 4 Materi 2 . Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC dengan GSK 928 TE 1 7 Materi 3. Membuka, Menulis, dan Mengedit Program CNC 2 8 Materi 4. Mode Automatic 3 6 Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 3 Tujuan/Kompetensi Setelah mempelajari materi ajar ini peserta dapat: 1. Menjelaskan sistem kordinat yang digunakan pada mesin bubut CNC 2. Menjelaskan sistem kontrol CNC GSK 928 TE 3. Mengoperasikan mesin bubut CNC 4. Menseting mesin bubut CNC 5. Membuka, menulis, dan mengedit program CNC 6. Membuat benda kerja dengan menggunakan mesin bubut CNC Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 4 MATERI 1. Prinsip Kerja dan Pengoperasian A. Prinsip kerja dan t ata n ama s umbu k oordinat Mesin perkakas CNC adalah mesin perkakas yang dalam pengoperasian proses penyayatan benda kerja oleh pahat dibantu dengan kontrol numerik komputer atau CNC ( Computer Numerical Control ) . Untuk menggerakkan pahat pada mesin perkakas CNC disepakati mengguna kan sistem koordinat. Sistem koordinat pada mesin bubut CNC (Gambar 1) adalah sistem koordinat kartesian dengan dua sumbu yaitu sumbu X , dan sumbu Z . Sistem koordinat mesin (MCS= Machine Coordinate System ) tersebut bisa dipindah - pindah titik nolnya untuk k epentingan pelaksanaan seting, pembuatan program CNC dan gerakan pahat. Titik - titik nol yang ada pada mesin bubut CNC adalah titik nol Mesin (M), dan titik nol benda kerja (W). Gambar 1. Sistem koordinat pada mesin bubut CNC (MCS) , dan titik nol yang ada di mesin bubut CNC ( Siemens,2003 ; MTS.,1999) Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 5 Sumbu X didefinisikan sebagi sumbu yang tegak lurus terhadap sumbu spindel mesin bubut. Arah positif sumbu X adalah arah yang menjauhi sumbu spindel. Sumbu Z adalah sumbu yang sejaj ar dengan sumbu spindel dan arah positif adalah arah yang menjauhi kepala tetap mesin bubut. Untuk kepentingan pembuatan program CNC digunakan sistem kordinat benda kerja ( Workpiece Coordinate System = WCS) Pemrograman dapat dilakukan menggunakan sistem koo rdinat absolut dengan nama sumbu (X,Z) atau sistem koordinat inkremental dengan nama sumbu (U,W), atau campuran antara absolut dan inkremental (X/U, U/Z). Pada waktu membuat program dengan sistem koordinat absolut harap diingat bahwa sumbu X adalah harga d iameter. B. Panel kontrol Mesin CNC GSK 928 TE Panel kontrol untuk sistem kontrol 9 28TE adalah se perti G ambar 2 di bawah . Untuk memahami fungsi tombol - tombol tersebut dilakukan dengan cara mengikuti prosedur pengoperasian mesin pada subab berikutnya. Gambar 2. Panel kontrol CNC GSK 928TC/TE terdiri dari layar, papan ketik, dan panel pengendali mesin Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 6 C. Menghidupkan Mesin / mematikan mesin CNC Tombol - tombol yang digunakan untuk mengoperasikan mesin adalah seperti G ambar 3 di bawah. Gambar 3. Panel pengendali mesin bubut CNC GSK 928 TE Langkah - langkah untuk menghidupkan mesin CNC adalah : 1. Pastikan arus listrik 3 phase telah terhubung 2. Pastikan tekanan angin kompresor telah tersambung 3. Bebaskan tombol Emergency Stop 4. Pastikan saklar utama (kunci) pada posisi ON (kunci diputar ke kanan) 5. Tunggu sampai logo sistem kontrol dan versi perangkat lunak muncul muncul 6. Tekan tombol S TART (hijau) 7. Tekan tombol JOG 8. Geser pahat arah X dan atau arah Z (posisikan pahat pada daerah yang aman untuk bergerak ke arah referensi ) 9. Tekan tombol ref point X (eretan menuju referensi X) 10. Tekan tombol ref point Z (eretan menuju referensi Z) Tombol ref point X dan Z Tombol Emergency Stop Saklar POWER (kunci) Tombol STOP Tombol START Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 7 Untuk mematikan mesin, langkahnya: 1. Pas tikan tidak ada alarm (kalau ada alarm hendaknya dibetulkan dahulu kesalahan yang terjadi atau tekan reset) 2. Tekan tombol STOP 3. Putar kunci POWER ke OFF, tutup aliran angin kompresor 4. Tekan tombol Emergency Stop . D. Pengoperasian mesin pada mode manual ( JOG ) Apabila kita ingin menggerakkan pahat secara man ual, maka mesin harus pada mode manual ( JOG ), sehingga tombol JOG ditekan dahulu sebelum menggerakkan pahat. Tombol - tombol yang berfungsi pada mode manual ( JOG ) adalah seperti Gambar 4. Gambar 4. Tombol - tombol yang digunakan untuk mode JOG (Manual) Arah gerakan pahat adalah arah sumbu X dan sumbu Z seperti gambar di bawah . Tombol +X adalah tombol untuk gerakan pahat menjauhi sumbu benda kerja, Tombol – X gerakan sebaliknya. Tombol – Z adalah tombol untuk gerakan pahat mendekati benda kerja , dan tombol +Z sebalikny a . Untuk memutar spindel tekan tombol putar spindel kanan atau kiri dan memetikannya dengan menekan tombol OFF spindel. Mengganti pahat atau memutar tool turret secara manual dilakukan dengan menekan tombol ganti pahat (tekanan angin dari kompresor harus m encukupi). Tombol untuk menggeser pahat Tombol gerak cepat Tombol untuk step gerakan Tombol untuk memutar spindel Menaikkan harga feed Tombol untuk ganti pahat Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 8 Untuk menggerakan pahat pada mode manual ini bisa juga dilakukan dengan menggunakan handwheel . Untuk mengaktifkan handwheel dila k ukan dengan cara menekan tombol mode JOG , kemudian tombol arah gerakannya. Tombol arah gerakan tersebut adalah : gerakan handwheel (MPG) arah sumbu sumbu X gerakan handwheel (MPG) arah Z sumbu Z. Gerakan pahat dengan menggunakan tombol arah gerakan maupun handwheel bisa dilakukan dengan gerakan cepat ( rapid ), lambat ( feed ), atau bertahap ( step ). Jika akan bergerak dengan cepat, maka tekan tombol gerakan cepat terlebih dahulu, , kemudia n menggeser pahat. Apabila tombol gerakan cepat tidak aktif (lampu tidak menyala), maka gerakan pahat adalah lambat. Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 9 Gerakan dengan langkah tertentu ( Step /incre ment ) dilakukan ketika melakukan seting, tiap menekan tombol satu kali pahat bergerak sejauh langkah tertentu. Pada mode JOG , tekan tombol STEP, kemudian tekan tombol , maka di layar akan tertulis langkah gerakan dalam jarak 50; 10; 1; 0,1; 0,01; dan 0,0 01 mm. E. Seting titik nol benda kerja Setelah kita bisa menggerakkan pahat, maka berikutnya melakukan seting titik nol benda kerja sebagai dasar untuk memulai membuat program. Maksud proses seting ini adalah menempatkan titik nol benda kerja (W) pada u jung kanan di sumbu benda kerja (lihat gambar di atas). L angkah - langkah seting titik nol: 1. Pasang benda kerja ( diketahui diameternya, misalnya diameter 50 mm) 2. Pilih pahat (pasang pahat) untuk melakukan seting (misalnya pahat rata k iri sebagai T1) 3. Tekan tombol JO G 4. Putar spindel dengan menekan tombol putaran spindel (pilih putaran yang sesuai posisi pahat putar kanan atau putar kiri) 5. Ge ser pahat sehingga menyentuh bagian diameter benda kerja, kemudian tekan: INP UT , X, tulis diameter benda kerja yang disentuh (misal 50), ENTER. P ada layar akan tertulis posisi X 0050.000, yang artinya pahat pada diameter 50 mm. Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 10 6. Ge ser pahat pada bidang di ujung benda kerja, dan sentuhkan pahat pada permu kaan rata, kemudian tekan: INP UT , Z, 0, ENTER. Kemudian pada layar akan tertera Z 0000.000, yang berarti pada posisi pahat tersebut harga sumbu Z nol. 7. Jauhkan pahat dari benda kerja, dan matikan putaran spindel. 8. Apabila kita ingin menjauhkan pahat pada koordinat tertentu, misalnya X60 dan Z5, maka pada mode operasi JOG , ditulis X60, ENTER, CYCLE STRAT, maka pahat bergerak menuju X60 Ketik Z5, ENTER, CYCLE START, maka pahat akan bergerak menuju Z5 Pahat menyentuh permukaan silindris Pahat menyentuh permukaan rata Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 11 9. Posisi ini kita catat, nanti untuk memulai menulis program CNC ditulis G50X60Z5. F. Mode offset seting pahat (OFT) Biasanya beberapa pahat digunakan dalam proses pemesinan suatu benda kerja. Karena proses pemasangan pahat dan selisih posisi ujung pahat maka setiap pahat tidak pada posisi yang sama. Untuk menghindari pergeseran pahat pada pemrograman, sistem CNC dapat melakukan langkah - langkah perhitungan selisih posisi pahat. Pengguna mesin tidak usah memikirkan selisih panjang pahat, sehinggfa pro gram CNC yang dibuat tetap berdasarkan gambar kerja dan data teknologi pahat yang bersangkutan, dan memanggil harga kompensasi pahat dengan kode pergantian pahat. Sistem CNC dapat mendefinisikan 8 kelompok harga offset pahat (T1 sampai T8). Setiap kelompok offset memiliki dua data yaitu arah X dan Z. Pengisian data offset dilakukan dengan cara manual sama dengan menggunakan pahat satu. Data offset yang lain diisikan melalui keyboard . Offset nomer 9 adalah harga koordinat seting sesudah mengaktifkan titik nol mesin ( machine home return ). Jangan menggunakan T*9 pada kode pemanggilan pahat, karena akan muncul alarm “PARAMETER ERROR”. Pahat pada posisi X60, Z5 Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 12 Maksud dari offset adalah data selisih jarak posisi ujung pahat dengan pahat referensi. Apabila pahat yang dijadikan referens i adalah pahat satu (T1), maka harga offset T1X dan T1Z adalah nol, sedangkan pahat yang lain diukur selisih posisinya terhadap pahat satu (T1) . Tekan tombol untuk masuk mode seting offset Di layar akan muncul tabel mode offset . Tabel 1. Tabel data offse t Untuk menggeser kursor bisa dilakukan dengan menekan panah ke bawah atau ke atas. Untuk berpindah halaman dilakukan dengan menekan tombol ganti halaman naik atau turun. Harga offset bisa diganti dengan cara menempatkan kursor pada baris offset yang akan diganti, misalnya T 2 Z kemudian tekan tombol INPUT, isikan harga/angka melalui keyboard, INPUT, ENTER. Pengisian data offset di atas dilakukan dengan ketentuan bahwa pahat T1 sebagai pahat referensi, sehingga harga T1X dan T1Z=0. Nilai offset untuk pahat T2X, T2Z, T3X, dan seterusnya dilakukan dengan cara mengukur selisih posisi pahat terhadap pahat T1 dalam arah X dan Z. Pengukuran bi sa dilakukan dengan menggunakan benda kerja yang telah diketahui diameternya, kemudian dihitung selisih posisi pahat dengan cara menyentuhkan pahat seperti seting titik Harga offset untuk pahat T2 Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 13 nol di atas pada titik tertentu yang diketahui posisinya . Langkah - langkahnya adalah seb agai berikut: 1. Cara pertama: mengisi data offset dengan titik tetap yang diketahui a. Pasang semua pahat yang akan diukur harga selisih panjang (offsetnya). Biasanya pahat yang dipasang adalah T1 pahat rata pengasaran, T2 pahat rata untuk finishing, T3 pahat a lur, dan T4 pahat ulir. Dari semua pahat tersebut pahat T1 digunakan sebagai pahat referensi (T1X=0 dan T1Z=0) . Posisikan pahat T1 untuk penyayatan b. Pasang benda kerja dan putar spindel dengan kecepatan yang sesuai (misal 800 rpm) c. Pilih gerak makan yang tep at, kemudian geser pahat pada titik/posisi tertentu pada benda kerja dan hentikan gerakan ketika pahat berada pada titik seting tersebut d. Tekan ENTER, sehingga pada layar muncul nomer pahat (T1) dan nomer offset, kemudian tekan tombol RUNNING dua kali . Si stem akan mencatat posisi koordinat sebagai titik referensi untuk seting pahat e. Tekan ENTER , kemudian INPUT, sehingga sistem CNC mencatat harga offset pahat T1 f. Geser pahat (pada mode JOG) pada posisi yang aman untuk melakukan ganti pahat, kemudian lakukan ganti pahat untuk pahat T2 g. Ulangi langkah b,c, dan e. Lakukan lagi langkah tersebut untuk pahat T3, dan T4. Catatan:  Apabila menggunakan alat optik untuk melakukannya, spindel tidak usah diputar  Data offset pahat akan dicatat secara otomatis oleh sistem. T ekan mode OFFSET untuk melihatnya  Hasil pengukuran offset pahat harus dicek satu persatu secara teliti, dengan cara memerintah pahat menuju koordinat tertentu (lihat subab E nomer 8 di atas) Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 14 2. Cara ke dua: mengisi data offset dengan penyayatan benda coba Cara ke dua ini sama dengan langkah - langkah pada subab E nomer 1 sampai nomer 8. Akan tetapi pada langkah nomer 5 dan 6 dilakukan juga pengukuran offset pahat sehingga untuk langkah nomer 5 dan 6 dilakukan sebagai berikut: a. Pada saat pahat T1 menyentuh diam eter tertentu tekan INPUT, I kemudian masukkan harga diameter benda kerja dan tekan ENTER, muncul T1X tekan ENTER. b. Pada saat T1 menyentuh permukaan rata untuk seting Z, tekan INPUT K kemudian masukkan 0 dan tekan ENTER, muncul T1Z tekan ENTER. Langkah tersebut diulangi untuk pahat yang selanjutnya. Hasil pengukuran selisih posisi pahat dapat dilihat di mode OFFSET. G. Mode Parameter Parameter yang dijadikan acuan mesin CNC diatur terlebih dahulu atau diukur sebelum mesin CNC dioperasikan. Biasanya produ sen mesin telah mengisi data parameter dengan benar sesuai dengan dimensi mesin yang dibuatnya. Harga parameter ini hanya boleh diubah oleh pemrogram atau operator yang berpengalaman, karena kalau isinya salah maka mesin tidak akan beroperasi. Arti harga parameter tersebut seperti T abel 2 di bawah. Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 15 Tabel 2. Parameter, definisi, satuan dan harganya Draft Tutorial Lathe CNC 928TE, B.Sentot Wijanarka 16 H. Soal Latihan 1. Jelaskan bagian - bagian mesin bubut CNC dan sistem kordinatnya! 2. Gambarlah panel kontrol CNC dari mesin bubut CNC GSK 928 TE! 3. Bagaimanakah langkah - langkah untuk menggerakkan pahat pada mode JOG? 4. Bagaimanakah langkah - langkah untuk melakukan seting titik nol benda kerja? 5. Apakah yang dimaksud dengan data offset pahat? I. Tugas 1. Hidupkan mesin bubut CNC sesuai dengan prosedur menghidupkan mesin CNC! 2. P asang benda kerja dengan ukuran tertentu di chuck mesin bubut! 3. L aksanakan seting titik nol benda kerja ! 4. Lakukan pengukuran harga offset pahat yang diperlukan untuk membuat benda kerja dengan tiga buah pahat ! (T1 pahat rata, T2 pahat alur, dan T3 pahat ulir kanan) 5. Buatlah laporan tertulis jawaban 1,2, 3 di atas!

Minggu, 05 Oktober 2014

                                                                  TEKNIK PEMESINAN BUBUT
TEKNIK PEMESINAN BUBUT MENCAKUP BEBERAPA HAL SBB
  1. mesin bubut mannual
      2.mesin bubut cnc
mesin bubut manual dibagi beberapa bagian:

Mesin Bubut

mesin bubut

Pengertian Mesin Bubut adalah Alat untuk mengubah bentuk benda kerja dengan jalan menyayat dengan mengunakan pahat.Mesin bubut mempunyai primsip kerja sebagai berikut : 

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat.Mesin Bubut di bagi menjadi beberapa jenis yaitu : 


  1. Mesin Bubut Universal
  2. Mesin Bubut Khusus
  3. Mesin Bubut Konvensional
  4. Mesin Bubut CNC

Bagian-bagian utama mesin
1.Kepala tetap
2.Kepala lepas
3.poros transportir
4.Eretan
5.Bed
Teknik-Teknik Membubut
1.Cekam Benda kerja ½ bagian
2.Benda kerja ditumpu dengan kepala lepas
3.membubut dengan mengunakan 2 center

Cara Kerja Mesin Bubut





Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding).

Tetapi pengertian lain menyebutkan bahwa
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.


Prinsip kerja mesin bubut

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

Bagian-bagian utama mesin bubut konvensional

Bagian-bagian utama pada mesin bubut konvesional pada
umumnya sama walaupun merk atau buatan pabrik yang berbeda,

hanya saja terkadang posisi handel/tuas, tombol, tabel penunjukan

pembubutan dan rangkaian penyusunan roda gigi untuk berbagai jenis

pembubutan letak/posisinya berbeda. Demikian juga cara

pengoperasianya karena memilki fasilitas yang sama juga tidak jauh

berbeda.

Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian utama mesin bubut

konvesional (biasa) yang pada umumnya dimilki oleh mesin tersebut.

1.4.1 Sumbu Utama (Main Spindle)
Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle (Gambar 19 a
dan 19 b) merupakan suatu sumbu utama mesin bubut yang berfungsi
sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, senter tetap
dan lain-lain. Terlihat pada (Gambar 19 a) adalah sebuah sumbu
utama mesin bubut yang terpasang sebuah chuck atau cekam
diamana didalamnya terdapat susunan roda gigi yang dapat digesergeser
melalui handel/tuas untuk mengatur putaran mesin sesuai
kebutuhan pembubutan.
Terlihat pada (Gambar 19 b) adalah jenis lain sumbu utama
mesin bubut yang ujungnya sedang terpasang sebuah senter tetap
(G), yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja pada saat
pembubutan dintara dua senter. Di dalam kepala tetap ini terdapat
serangkaian susunan roda gigi dan roda pulley bertingkat ataupun
roda tunggal dihubungkan dengan sabuk V atau sabuk rata. Dengan
demikian kita dapat memperoleh putaran yang berbeda-beda apabila
hubungan diantara roda tersebut diubah-ubah menggunakan
handel/tuas pengatur kecepatan (A), (C) dan (F). Roda (Pully V)
bertingkat ini biasanya terdiri dari 3 atau 4 buah keping dengan sumbu
yang berbeda dan diputar oleh sebuah motor listrik.
Putaran yang dihasilkan ada dua macam yaitu putaran cepat
dan putaran lambat. Putaran cepat biasanya dilakukan pada kerja
tunggal untuk membubut benda dengan sayatan tipis sedangkan
putaran lambat untuk kerja ganda yaitu untuk membubut dengan
tenaga besar dan pemakananya tebal (pengasaran). Arah putaran
mesin dapat dibalik menggunakan tuas pembalik putaran (C), hal ini
diperlukan dengan maksud misalnya untuk membubut ulir atau untuk
membubut dengan arah berlawanan sesuai dengan sudut mata potong
pahat.

eja Mesin (bed)
Meja mesin bubut ( Gambar 20) berfungsi sebagai tempat
dudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan
merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan. Bentuk
alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu
atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Permukaannya
halus dan rata sehingga gerakan kepala lepas dan lain-lain di atasnya
lancar. Bila alas ini kotor atau rusak akan mengakibatkan jalannya
eretan tidak lancar sehingga akan diperoleh hasil pembubutan yang
tidak baik atau kurang presisi.





Eretan (carriage)
Eretan (Gambar 21) terdiri atas eretan memanjang (longitudinal
carriage) yang bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang
(cross carriage) yang bergerak melintang alas mesin dan eretan atas
(top carriage), yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan d atas
eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikan
pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator
yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda
pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua eretan dapat dijalankan
secara otomatis ataupun manual.





Kepala Lepas (tail stock)
Kepala lepas sebagaimana (Gambar 22) digunakan untuk
dudukan senter putar sebagai pendukung benda kerja pada saat
pembubutan, dudukan bor tangkai tirus dan cekam bor sebagai
menjepit bor. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin,
porosnya berlubang tirus sehingga memudahkan tangkai bor untuk
dijepit. Tinggi kepala lepas sama dengan tinggi senter tetap. Kepala
lepas ini terdiri dari terdapat dua bagian yaitu alas dan badan, yang
diikat dengan 2 baut pengikat (A) yang terpasang pada kedua sisi alas
kepala lepas sekaligus berfungsi untuk pengatur pergeseran badan
kepala lepas untuk keperluan agar dudukan senter putar sepusat
dengan senter tetap atau sumbu mesin, atau tidak sepusat yaitu pada
waktu membubut tirus diantara dua senter.
Selain roda pemutar (B), kepala lepas juga terdapat dua lagi
lengan pengikat yang satu (C) dihubungkan dengan alas yang
dipasang mur, dimana fungsinya untuk mengikat kepala lepas
terhadap alas mesin agar tidak terjadi pergerakan kepala lepas dari
kedudukannya. Sedangkan yang satunya (D) dipasang pada sisi
tabung luncur/rumah senter putar, bila dikencangkan berfungsi agar
tidak terjadi pergerakan longitudinal sewaktu membubut.



Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa
Tuas pengatur kecepatan (A) pada gambar 23, digunakan untuk
mengatur kecepatan poros transporter dan sumbu pembawa. Ada dua
pilihan kecepatan yaitu kecepatan tinggi dan kecepatan rendah.
Kecepatan tinggi digunakan untuk pengerjaan benda-benda
berdiameter kecil dan pengerjaan penyelesaian sedangkan kecepatan
rendah digunakan untuk pengerjaan pengasaran, ulir, alur, mengkartel
dan pemotongan (cut off).



besarnya kecepatan setiap mesin berbeda-beda dan dapat dilihat
pada plat tabel yang tertera pada mesin tersebut.

Pelat tabel
Pelat tabel (B) pada gambar 24, adalah tabel besarnya
kecepatan yang ditempel pada mesin bubut yang menyatakan besaran
perubahan antara hubungan roda-roda gigi di dalam kotak roda gigi
ataupun terhadap roda pulley di dalam kepala tetap (head stock).
Tabel ini sangat berguna untuk pedoman dalam pengerjaan sehingga
dapat dipilih kecepatan yang sesuai dengan besar kecilnya diameter
benda kerja atau menurut jenis pahat dan bahan yang dikerjakan

Tuas pengubah pembalik transporter dan sumbu pembawa
Tuas pembalik putaran (C) pada gambar 24, digunakan untuk
membalikkan arah putaran sumbu utama, hal ini diperlukan bilamana
hendak melakukan pengerjaan penguliran, pengkartelan, ataupun
membubut permukaan





Plat Tabel Kecepatan Sumbu Utama
Plat tabel kecepatan sumbu utama (E) pada Gambar 25,
menunjukkan angka-angka besaran kecepatan sumbu utama yang
dapat dipilih sesuai dengan pekerjaan pembubutan.




Tuas-Tuas Pengatur Kecepatan Sumbu Utama
Tuas pengatur kecepatan sumbu utama (Gambar 26) berfungsi
untuk mengatur kecepatan putaran mesin sesuai hasil dari
perhitungan atau pembacaan dari tabel putaran.



Penjepit Pahat (Tools Post)
Penjepit pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat,
yang bentuknya ada beberapa macam diantaranya seperti ditunjukkan
pada gambar 27. Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4
(empat) buah sekaligus sehingga dalam suatu pengerjaan bila
memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat dipasang dan disetel
sekaligus.



Eretan Atas
Eretan atas sebagaimana gambar 28, berfungsi sebagai
dudukan penjepit pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur
besaran majunya pahat pada proses pembubutan ulir, alur, tirus,
champer (pingul) dan lain-lain yang ketelitiannya bisa mencapai 0,01
mm.




Eretan ini tidak dapat dijalankan secara otomatis, melainkan
hanya dengan cara manual. Kedudukannya dapat diatur dengan
memutarnya sampai posisi 360°, biasanya digunakan untuk
membubut tirus dan pembubutan ulir dengan pemakanan
menggunakan eretan atas.
 
 

Keran pendingin

Keran pendingin digunakan untuk menyalurkan pendingin (collant) kepada benda kerja yang sedang dibubut dengan tujuan untuk mendinginkan pahat pada waktu penyayatan sehingga dapat menjaga pahat tetap tajam dan panjang umurnya. Hasil bubutannyapun halus.


Roda Pemutar
Roda pemutar yang terdapat pada kepala lepas digunakan untuk
menggerakkan poros kepala lepas maju ataupun mundur. Berapa
panjang yang ditempuh ketika maju atau mundur dapat diukur dengan
membaca cincin berskala (dial) yang ada pada roda pemutar tersebut.
Pergerakkan ini diperlukan ketika hendak melakukan pengeboran
untuk mengetahui atau mengukur seberapa dalam mata bor harus
dimasukkan.

Transporter dan Sumbu pembawa
Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi
empat atau trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan
untuk membawa eretan pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu
membubut ulir, alur dan atau pekerjaan pembubutan lainnya.
Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa adalah poros
yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya
eretan.





Tuas Penghubung
Tuas penghubung sebagaimana digunakan untuk
menghubungkan roda gigi yang terdapat pada eretan dengan poros
transpoter sehingga eretan akan dapat berjalan secara otomatis
sepanjang alas mesin. Tuas penghubung ini mempunyai dua
kedudukan. Kedudukan di atas berarti membalik arah gerak putaran
(arah putaran berlawanan jarum jam) dan posisi ke bawah berarti
gerak putaran searah jarum jam.

Eretan Lintang
Eretan lintang sebagaimana ditunjukkan pada berfungsi
untuk menggerakkan pahat melintang alas mesin atau arah ke depan
atau ke belakang posisi operator yaitu dalam pemakanan benda kerja.
Pada roda eretan ini juga terdapat dial pengukur untuk mengetahui
berapa panjang langkah gerakan maju atau mundurnya pahat.  




ini adalah video membuat ulir pada mesin bubut
 

video masin cnc

Sabtu, 30 Agustus 2014

Upload Log in Sign up Browse Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more Download of 122 IDENTIFIKASI MESIN BUBUT DAN ALAT POTONG BUBUT Ratings: (0)|Views: 115 |Likes: 0 Published by Sigid Nugroho Petrus pengenalan bagian - bagian mesin bubut, perawatan dan dasar pengoperasian serta pengenalan alat potong yang digunakan pada mesin bubut See more i UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTATAHUN 2013 2014 PPG SMK PRODUKTIF DIKTI–UNS’TH2013/2014 TEKNIK PEMESINAN BAHAN AJAR TEKNIK PEMESINANIDENTIFIKASI MESIN BUBUT DAN ALAT POTONG MESIN BUBUTPPG SMK PRODUKTIF UNS SURAKARTA ii KATA PENGANTAR Melihat perkembangan dalam dunia pendidikan kejuruan yang semakin berkembang baik dari sistem atau metode yang ada, menuntut segala komponen pendidikan untuk terlibat aktif dalam mendukung jalannya pendidikan yang ada. Untuk dapat mencapai tujuan dari pendidikan kejuruan seorang pendidik harus mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan baik sesuai dengan kaidah – kaidah dalam pendidikan kejuruan yang sudah ditetapkan. Peserta didikdari pendidikan kejuruansebagai orientasi dalam proses pembelajaran diharapkan mampu untuk menduplikasikan sekaligus mengembangkan dari hasil proses pembelajaran yang ada baik dalam wujud afektif, kognitif dan tentunya psikomotorik sebagai tolok ukur tercapainya tujuan pendidikan. Untuk dapat mencapai hal tersebut di atas tentu banyak faktor yang harus diperhatikan sebagai komponen pendukung jalannnya sistem pendidikan yang ada. Bahan ajar untuk siswa atau pengajar sekaligus dilengkapi media ajar merupakan salah bagian dalam komponen pendukung yang harus ada.Bahan ajar siswa ini dapat dipergunakan oleh para siswa khususnya dari pendidikan kejuruan teknik pemesinan kelas XI yang ingin memahami mengenai dasar –dasar dalam bekerja dengan mesin bubut sekaligus alat potong.Dengan membaca buku ini, para siswa diharapkan akan memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sebagai dasar pengembangan diri untuk diterapkan, bekerja di bengkel sekolah atau industrinantinya. Oleh karena itu disarankan setiap siswa sebagai peserta didik untuk mempelajari bahan ajar ini dengan sungguh –sungguh, teliti, dan mengikuti petunjuk yang ada.Melalui bahan ajar ini, para pembaca memperoleh pengetahuan diantaranya1)Mengetahui teori dasar mesin bubut dalam hal prinsip kerja serta bagian – bagian utama mesin bubut dengan kegunaannya.2)Mengetahui prinsip dasar perawatan mesin bubut3)Mengetahui macam –macam alat potong mesin BAHAN AJAR TEKNIK PEMESINANIDENTIFIKASI MESIN BUBUT DAN ALAT POTONG MESIN BUBUTPPG SMK PRODUKTIF UNS SURAKARTA iii 4)Mengetahui parameter proses pembubutan dan geometri alat potong mesin bubut.Penyusun mengucapkan banyak terima kasih atas segala bimbingan dan masukan dalam penyusunan bahan ajar ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.Surakarta, Januari 2013Petrus Sigid Nugroho, S.Pd. Activity (1) Filters Add to collectionReview Add NoteLike 1 hundred reads More From This User RPP Gambar Teknik Lanjut Kls XI TM Sigid Nugroho Petrus RPP Gambar Teknik Lanjut Kelas XI TPM Sigid Nugroho Petrus Otomasi Produksi 3 Sigid Nugroho Petrus Otomasi Produksi 2 Sigid Nugroho Petrus Otomasi Produksi 1 Sigid Nugroho Petrus BelajarGampangAutoCAD200xbyMohamadTavip Sigid Nugroho Petrus KI-KD Gambar Teknik SMK Kls XI Sigid Nugroho Petrus RPP Gambar Teknik Sigid Nugroho Petrus Download and print this document Read and print without ads Download to keep your version Edit, email or read offline Choose a format: .PDF.TXT Download Recommended Evenings in New York Connu Snapshot of a city, snapshot of a man's whole life… Destined to Witness: Growing Up Black... HarperCollins This is a story of the unexpected.In Destined to Witness, Hans Massaquoi has ... Under the Volcano: A Novel Open Road Integrated Media The acclaimed classic about one fatal day in a small Mexican town, hailed by ... Extraordinary Theory of Objects: A Me... HarperCollins A haunting and moving collection of original narratives that reveals an expat... Page 1 of 2 About Browse books Browse documents About Scribd Team Blog Join our team! Contact Us Subscriptions Subscribe today Your subscription Gift cards Advertise with us AdChoices Support Help FAQ Press Purchase help Partners Publishers Developers / API Legal Terms Privacy Copyright Scribd on AppstoreScribd on Google Play © Copyright 2014 Scribd Inc. Mobile Site Language: English

Kamis, 17 April 2014

saya adalah plajar yang masih duduk di bangku STM yang mempunyai kulitas inter nasional